STIKI Malang Gelar Entrepreneur Festival

Mahasiswa STIKI (Sekolah Tinggi Informatika & Komputer Indonesia) Kota Malang menyatu bersama dengan UMKM se-Kota Malang dalam Bazaar Festival, Senin (21/10). Dalam acara yang merupakan bagian dari STIKI Entrepreneur Festival tersebut, mereka menampilkan beragam kreativitas, mulai dari produk handmade, olahan makanan hingga produk IT.

2110anita-eva-meninjau-bazar-di-stiki_590x300mc

Anita-Eva meninjau stan bazaar di STIKI


Salah satu stan yang ditampilkan mahasiswa STIKI adalah absensi menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification, red). Sistem ini akan mengubah sistem absensi lama yang menggunakan tanda tangan mahasiswa. Di mana, setiap mahasiswa membawa KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) yang memiliki sensor ke pembaca RFID, mereka tinggal mendekatkan KTM ke pembaca RFID, maka otomatis namanya akan masuk ke absensi.

“Produk ini sudah dalam rangka penerapan di STIKI. Dengan sistem ini, maka akan lebih efektif dan efisien serta memudahkan dosen dalam mengabsen mahasiswa,” ucap penggagas produk, Ahmad Rianto, Senin (21/10).

Produk lain yang tak kalah inovatif adalah produk guardskin karya Farik Ariyanto. Guardskin ini semacam stiker pelindung untuk gadget seperti laptop, tablet, smartphone, dan sebagainya. Dengan mengambil nama merk “Centimeter”, Farik sudah memulai bisnisnya ini sejak dua tahun yang lalu.

“Sekarang ini gadget semakin berkembang, jadi peluang di bisnis ini sangat besar. Selain melalui pameran, saya biasa memasarkan produk melalui online,” terang mahasiswa S1 Teknik Informatika ini.

Hadir dalam pembukaan acara STIKI Entrepreneur Festival, Dra. Anita Sukmawati, Staf Ahli Bidang Pembangunan dan SDM yang mewakili Wali Kota Malang, HM. Anton. Dalam sambutan HM Anton yang dibacakannya, Anita menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada STIKI atas konsistensi serta dukungan terhadap tumbuhkembangnya UMKM sebagai penopang perekonomian negara.

“UMKM merupakan wujud konkret gerak nafas ekonomi masyarakat yang tumbuh dalam semangat kewirausahaan. Apabila dikelola dengan baik dari sisi permodalan, manajemen, strategi marketing hingga SDM, maka UMKM akan muncul sebagai kekuatan ekonomi yang tangguh,” ucap Anita.

Dengan postur serta karakteristik yang dimilikinya sedemikian rupa, UMKM menjadi jawaban atas tuntutan kemandirian masyarakat dalam pemberdayaan dan peningkatan ekonomi. Hanya masalahnya sekarang adalah, bagaimana agar UMKM tetap dapat terus berkembang dengan baik sehingga mampu memberi efek domino bagi pergerakan ekonomi masyarakat.

“Dalam hal ini jelas bahwa pemerintah berkewajiban untuk memfasilitasi UMKM akan tetapi pemahaman fundamental yang harus ditanamkan bahwa fasilitas itu tidak aka nada gunanya apabila tidak diikuti oleh peningkatan kualitas diri para pelaku khususnya etos kerja dan jiwa kewirausahaan,” urai Anita.

Sementara itu, Ketua STIKI, Eva Handriyantini, S.Kom, M.MT mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa entrepreneur kepada mahasiswa. “Kami harap, mahasiswa akan memiliki pengalaman berusaha. Selain kegiatan bazaar, STIKI juga menggelar seminar dengan menghadirkan James Gwee pada siang harinya dan disambung dengan lomba proposal wirausaha, pemenangnya akan kami dampingi dan modali,” terang Eva.

Sumber : http://mediacenter.malangkota.go.id/ (10 April 2015)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s